Switch to English



Factsheet Down to Earth tentang Lembaga-lembaga Keuangan Internasional

No 20, Januari 2002


LKI di Indonesia

LKI adalah singkatan dari Lembaga-lembaga Keuangan Internasional atau International Financial Institutions (IFIs). LKI merupakan organisasi internasional, yang beranggotakan beberapa pemerintahan negara, biasanya negara maju. Mereka meminjamkan uang kepada negara berkembang. LKI yang paling menonjol adalah Kelompok Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF) dan Asian Development Bank (ADB). LKI juga dikenal sebagai Bank-bank Pembangunan Multilateral (Multilateral Development Banks).

Seri Factsheet bulanan tentang LKI ini menyajikan informasi tentang kiprah mereka di Indonesia.


Kajian Industri Ekstraktif Kelompok Bank Dunia

Bagian 1 dari 2

Menanggapi kritik terhadap keterlibatan Kelompok Bank Dunia dalam sektor minyak, tambang dan gas, pada Pertemuan Tahunan 2000 Presiden Bank Dunia, Wolfensohn menyepakati pengkajian kegiatan mereka dalam sektor tersebut dan mencari peran terbaik Bank Dunia dalam industri ekstraktif. Hasil kajian tersebut akan disertakan dalam Pertemuan Rio+10 pada bulan September 2002. Dr. Emil Salim, mantan Menteri Lingkungan Indonesia, telah ditunjuk untuk memimpin proses pengkajian tersebut. Sementara kelompok masyarakat sipil menyambut baik niat Bank Dunia untuk melaksanakan kajian, proses dan kemandirian kajian tersebut mengundang banyak kritik. Sejumlah Ornop menuntut proses yang berlanjut tersebut untuk diperbaiki dalam upaya menyikapi keprihatinan-keprihatinan tersebut.

Latar Belakang

Sejumlah kegiatan Kelompok Bank Dunia disektor minyak, tambang dan gas telah mengundang kontroversi dan kritik seputar isu keberlanjutan lingkungan dan sosial, pembagian pendapatan, perlindungan HAM dan dampak proyek pembangunan terhadap masyarakat setempat. Kelompok Bank Dunia membiayai proyel-proyek minyak, tambang dan gas; mendukung perubahan kebijakan dan kelembagaan melalui IBRD dan IFC; dan memberikan jaminan risiko politik kepada perusahaan yang beroperasi dalam ketiga sektor tersebut melalui MIGA. Disatu pihak, dukungan Bank Dunia kepada sektor-sektor tersebut membuahkan keuntungan ekonomi jangka pendek untuk negara yang bersangkutan dan laba besar untuk perusahaan yang terlibat. Dilain pihak, dalam banyak hal pertimbangan sosial dan lingkungan yang memadai tidak begitu diperhatikan. Pada banyak kasus, investasi Bank Dunia tersebut kurang memiliki perangkat pelindung sosial dan lingkungan atau perencanaan untuk mengurangi dampak merugikan.

Pada pertengahan 2000 Bank Dunia menunjuk Dr. Emil Salim, mantan Menteri Lingkungan Indonesia, menjadi Eminent Person (semacam 'Tokoh Utama') yang melaksanakan suatu kajian yang disebut Extractive Industries Review (EIR atau Kajian Industri Ekstraktif). Untuk mendukung perannya, Dr. Salim dilengkapi dengan sekretariat yang bermarkas di kantor IFC di Washington, DC.

Catatan: Departemen Evaluasi Operasi (OED) dan Kelompok Evaluasi Operasi (OEG) Bank Dunia sedang melaksanakan kajian berlanjut terhadap semua sektor ekstraktif tersebut. Kajian mereka akan tuntas pada akhir Juni 2003, sementara sebuah draft Laporan diharapkan akan tersedia pada tahun 2002.

Proses Pada 29-30 Oktober 2001, suatu lokakarya perencanaan tentang EIR berlangsung di Brussel - Belgia, dihadiri oleh 49 peserta yang mewakili para pihak terlibat (stakeholders) dari sektor bisnis, pemerintahan, Kelompok Bank Dunia dan masyarakat sipil. Menurut lokakarya tersebut dan situs web EIR, proses kajian terdiri atas kegiatan berikut:

  1. Perencanaan: dituntaskan di Brussels, Oktober 2001
  2. Konsultasi regional: empat pertemuan konsultasi akan diadakan bagi kawasan Asia, Eropa Timur dan Asia Tengah, Afrika, dan Amerika Latin.
  3. Penelitian terfokus: akan ditetapkan 3 hingga 6 penelitian. Saat ini EIR mengundang masukan proposal penelitian.
  4. Kunjungan lapangan. Dr. Salim dan tim penasihat/ahli akan mengunjungi beberapa lokasi proyek tertentu dan berjumpa dengan para stakeholders lokal.
  5. Hasil lokakarya regional, penelitian terfokus, kunjungan lapangan, draft laporan OED/OEG serta kontribusi dan komentar lainnya akan dibicarakan dalam Lokakarya Akhir yang dijadwalkan sementara ini pada September 2002.
  6. Berdasarkan diskusi pada Lokakarya Akhir, Dr. Salim akan menyusun Laporan Eminent Person.
  7. Dr. Salim akan menyerahkan Laporan Eminent Person kepada Presiden Wolfensohn dan menggunakannya untuk Pertemuan Rio+10, September 2002.
  8. Berdasarkan Laporan Eminent Person dan draft laporan OED/OEG, Presiden Wolfensohn akan menyerahkan Rekomendasi Manajemen Senior kepada Dewan Direksi Bank Dunia.
  9. Dewan Bank akan memperoleh Rekomendasi Manajemen Senior dan laporan akhir Kajian OED/OEG.

Bagan alur dari Proses yang diusulkan (per14 Januari 2002)


Tim EIR telah menjadwalkan penyerahan Laporan Akhir pada akhir Oktober 2002 dan seluruh proses akan tuntas sekitar akhir tahun ini (lihat agenda kerja di bawah). Kelompok-kelompok masyarakat sipil mengeluhkan rentang waktu yang terlalu singkat untuk menghasilkan kajian yang berarti dan utuh. Hingga saat ini, tim EIR belum secara resmi mengubah jadwal sebagaimana yang diharapkan.

Agenda Kegiatan yang Diusulkan:
September 2001 Peluncuran Proses Konsultasi Kajian Industri Ekstraktif; pembukaan situs web, Makalah Latar belakang Kelompok Bank Dunia dapat diakses di situs web
29-30 Oktober, 2001 Lokakarya Perencanaan di Brussels
12-15 Februari, 2002 Lokakarya Konsultasi Regional I Kawasan Asia/Pasifik, Lombok Indonesia
Maret, 2002 Lokakarya Konsultasi Regional II Kawasan Amerika Latin dan Karibia
April, 2002 Lokakarya Konsultasi Regional III Kawasan Afrika and Timur Tengah, Pantai Gading
Mei 2002 Lokakarya Konsultasi Regional IV Kawasan Eropa Timur dan Asia Tengah, Rumania
Sampai 30 Mei, 2002 Jadwal sementara penutupan proses konsultasi untuk penulisan laporan
Sampai 30 Juli, 2002 Draft Laporan Konsultasi ditayangkan di situs web dan disebarkan secara luas untuk dikomentari
Awal September, 2002 Lokakarya Konsultasi Akhir
30 Oktober, 2002 Laporan Konsultasi Akhir dipresentasikan Dr. Emil Salim kepada Presiden Kelompok Bank Dunia
Dalam waktu 3 bulan setelah presentasi laporan akhir Rekomendasi Manajemen kepada Dewan Direksi Kelompok Bank Dunia tentang "Industri Ekstraktif"
Sumber: situs web EIR. Informasi diperoleh pada 13 Januari 2002)


TIM EIR

Dr. Salim yang berbasis di Jakarta, memimpin Sekretariat yang beranggotakan empat orang di kantor IFC Washington, DC. Staf dipilih oleh Bank Dunia. Dr. Salim dibantu oleh seorang asisten pribadi berbasis di Jakarta. Ia akan membentuk Kelompok Ahli dan Panel Penasihat Regional. Hingga pertengahan Januari 2002, Kelompok Ahli dan Panel Penasihat Regional tersebut belum dibentuk.

Sementara itu, Dr. Salim juga memimpin Manajemen Komite Persiapan untuk Rio+10. Hal ini menimbulkan kekuatiran akan beban kerjanya dan kemungkinan agenda yang tumpang-tindih antara tugasnya di EIR dan Rio+10.

Pendanaan

Kelompok Bank Dunia, Norway Trust Fund dan Germany Trust Fund (Dana Norwegia dan Jerman) menyediakan sejumlah total USD 3 juta bagi EIR.


Kurangnya Kemandirian, Proses yang Diusulkan yang Cacat

Pada awalnya masyarakat menyambut baik gagasan EIR, walaupun agak berhati-hati. Namun kemudian, dijumpai masalah mendasar yaitu dalam hal kemandirian dan proses yang diusulkan. Kelompok-kelompok masyarakat sipil dari negara utara dan selatan menyerukan kepada Tim EIR agar mereka meningkatkan kemandirian terhadap Bank Dunia dan mengubah proses konsultasi agar lebih andal. Kekuatiran mereka secara rinci:

Factsheet LKI edisi berikut menampilkan: berita terakhir tentang reformasi Sekretariat, proses kajian, TOR yang diperbaiki, pembentukan Kelompok Ahli dan Panel Penasihat Regional, dan jadwal kegiatan yang termutakhir.

Sumber-sumber:
EIR website www.eireview.org
Laporan Extractive Industries Consultative Review (EIR) Planning Workshop. Brussels, Belgia, 29-30 Oktober, 2001.
Oxfam America. Sektor Ekstraktif dan Si Miskin. Oktober 2001
Forest Peoples Programme. Kajian Industri Ekstraktif Bank Dunia: Kajian yang terpercaya dan mandiri tentang Keterlibatan Bank Dunia dalam Sektor Tambang, Minyak dan Gas? Sebuah Laporan Ornop tentang Lokakarya Perencanaan Kajian Industri Ekstraktif Bank Dunia diselenggarakan di Brussels antara 28-30 Oktober 2001
Draft Petisi kepada Dr. Emil Salim, yang ditandatangani oleh kelompok-kelompok masyarakat sipil, tanggal sementara 17 Januari, 2002. Petisi ini tidak dikirimkan kepada Dr. Salim karena ada kekuatiran atas bagaimana surat tersebut akan disikapi.



Factsheet LKI diterbitkan oleh Down to Earth, Kampanye Internasional untuk Lingkungan Hidup yang Berkeadilan di Indonesia.

Update dan Factsheet tentang LKI tersedia dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Anda dapat memperolehnya melalui email (versi rtf) secara cuma-cuma. Edisi cetak tersedia sebagai suplemen newsletter DTE. Newsletter dapat Anda peroleh dengan cara berlangganan atau saling tukar dengan publikasi organisasi Anda.

Bila Anda ingin menerima Update bulanan dan Factsheet via email, silakan kirim alamat email Anda ke dte@gn.apc.org. Cantumkanlah bahasa yang Anda kehendaki. Anda juga bisa memilih kedua bahasa.


Kantor: 59 Athenlay Rd, London SE15 3EN, England, email: dte@gn.apc.org tel/fax:+44 207732 7984; web:http://www.gn.apc.org/dte


   Advokasi    DTE Homepage    Buletin    Link